Skip to main content

HELLP Syndrome – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

penyebab-hellp-syndrome-doktersehat

DokterSehat.Com – Pada beberapa ibu hamil, ada yang mengalami suatu sindrom yang sangat terkait dengan preeklamsia, yaitu HELLP Syndrome. Meskipun Sindrom HELLP adalah kondisi langka, yakni dengan tingkat kejadian hanya sebesar 0,3-0,5% dari total kehamilan tetapi ini tidak boleh diremehkan karena dapat mengancam jiwa ibu dan anak.

Oleh karena itu, yuk simak lebih dalam mengenai HELLP Syndrome melalui penjelasan ini. Penjelasan ini akan memaparkan definisi HELLP Syndrome, penyebab HELLP Syndrome, gejala Sindrom HELLP, diagnosis Sindrom HELLP, dan pengobatan HELLP Syndrome.

Apa itu HELLP Syndrome

HELLP Syndrome adalah suatu sindrom langka pada ibu hamil yang bisa menyebabkan kematian. Sindrom HELLP biasanya terjadi pada akhir usia kehamilan tetapi bisa juga terjadi setelah melahirkan.

Orang yang memberi istilah Sindrom HELLP adalah adalah Dr. Louis Weinstein. Istilah HELLP Syndrome sendiri merupakan singkatan dari Hemolisis, ELevated liver enzymes, dan Low Platelets count.

Berikut adalah penjelasan singkat tentang ketiganya:

  1. Hemolisis – Kondisi di mana hancurnya sel darah merah sehingga mengganggu distribusi oksigen ke seluruh tubuh.
  2. ELevated liver enzymes – Gangguan fungsi hati yang mengakibatkan peningkatan kadar enzim yang dihasilkan oleh hati.
  3. Low Platelets count – Kondisi di mana kadar trombosit rendah sehingga berakibat pada pendarahan yang sulit dihentikan.

Ada anggapan bahwa HELLP Syndrome varian dari kasus preeklamsia tetapi memiliki kategori terpisah. Hal ini dikarenakan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab terkait HELLP Syndrome.

Baca Juga: Trombosit: Fungsi, Nilai Normal, dan Cara Menaikkannya Bila Rendah

Para ibu hamil perlu mewaspadai sindrom yang cukup serius ini. Semakin cepat dideteksi, maka semakin cepat pula penanganan HELLP Syndrome dilakukan sehingga risiko fatal pun bisa dihindarkan.

Penyebab HELLP Syndrome

Salah satu hal yang masih misterius pada kasus HELLP Syndrome adalah penyebabnya. Penyebab HELLP Syndrome masih belum bisa diketahui oleh para dokter. Namun, ada beberapa kondisi yang meningkatkan peluang teradinya Sindrom HELLP.

Inilah beberapa faktor risiko dari kejadian HELLP Syndrome:

  • Usia ibu hamil lebih dari 35 tahun
  • Sudah pernah melahirkan dua kali atau lebih (Multiparitas)
  • Ras kulit putih (keturunan Eropa)
  • Riwayat kondisi kehamilan yang buruk
  • Riwayat HELLP syndrome pada kehamilan sebelumnya

Biasanya ibu hamil yang mengalami Sindrom HELLP memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Akan tetapi, hal ini tidak selalu berlaku karena HELLP syndrome juga bisa terjadi pada ibu hamil yang memiliki tekanan darah normal.

Tingkatan HELLP Syndrome

Kasus HELLP syndrome diklasifikasikan menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat keparahan jumlah trombosit darah ibu. Klasifikasi ini disebut juga sebagai “klasifikasi Mississippi”.

Inilah tingkatan HELLP Syndrome menurut tingkat keparahan jumlah trombosit darah ibu:

  1. Kelas I (trombositopenia berat) – Trombosit di bawah 50.000/ mm3
  2. Kelas II (trombositopenia sedang) – Trombosit antara 50.000-100.000/ mm3
  3. Kelas III (trombositopenia ringan) – Trombosit antara 100.000-150.000/ mm3

Semakin tinggi tingkatnya, maka semakin tinggi pula komplikasi kehamilan yang dialami oleh ibu hamil. Hal tersebut juga membutuhkan tindakan pengobatan HELLP Syndrome yang lebih kompleks dan serius.

Gejala Sindrom HELLP

Sudah disinggung sebelum bahwa Sindrom HELLP dianggap sebagai varian preeklamsia. Hal ini dikarenakan gejala awal HELLP Syndrome hampir mirip dengan kasus preeklamsia.

Pada umumnya, para ibu hamil telah melaporkan gejala-gejala HELLP Syndrome seperti di bawah ini:

  • Sakit kepala
  • Rasa mual dan muntah
  • Kelelahan atau tidak enak badan
  • Ketidaknyamanan perut terutama setelah makan
  • Sakit perut di sisi kanan atas
  • Nyeri pada bahu saat menarik nafas dalam
  • Terjadi pendarahan dan mimisan yang sulit berhenti
  • Gangguan penglihatan
  • Tekanan darah menjadi tinggi
  • Adanya protein di dalam urin
  • Edema serebral (pembengkakan)
  • Kenaikan berat badan

Apabila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala Sindrom HELLP  di atas, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan segera melakukan tindakan diagnosis untuk memastikan kejadian HELLP Syndrome.

Diagnosis HELLP Syndrome

HELLP Syndrome yang kerap kali ditemukan pada ibu hamil trimester ketiga memiliki kerumitan dalam hal diagnosis. Pada beberapa kasus, diagnosis Sindrom HELLP bahkan terjadi kekeliruan.

Namun, tindakan diagnosis juga sering membantu dokter mendeteksi kejadian HELLP Syndrome secara tepat. Ada beberapa rangkaian tindakan yang akan direkomendasikan dokter untuk menegakkan diagnosis HELLP Syndrome.

Beberapa tindakan diagnosis yang bisa dilakukan untuk mendeteksi HELLP Syndrome adalah pemeriksaan fisik, tes darah, tes urin, dan MRI.

  1. Pemeriksaan fisik – dengan melihat tanda dan gejala yang dialami pasien
  2. Tes darah – memeriksa kondisi eritrosit dan jumlah trombosit
  3. Tes urin – mendeteksi adanya protein di dalam urin
  4. MRI – mengetahui ada tidaknya pendarahan pada organ hati

Ada kemungkinan serangkaian tindakan diagnosis tersebut meminta Anda untuk puasa terlebih dahulu. Ikutilah semua petunjuk yang diarahkan oleh tenaga medis agar hasil diagnosis bisa akurat.

Komplikasi Sindrom HELLP

Hasil diagnosis yang positif menyatakan pasien mengalami HELLP Syndrome bisa menimbulkan beberapa komplikasi kehamilan yang cukup serius.

Komplikasi HELLP Syndrome pada ibu hamil, yaitu:

  • Kejang
  • Hati pecah
  • Stroke
  • Solusio plasenta
  • Pendarahan tak henti saat proses persalinan
  • Kematian

Peluang terjadinya komplikasi di atas bisa berkurang jika kasus HELLP Syndrome bisa segera dideteksi dan mendapatkan tindakan pengobatan.

Baca Juga: Solusio Plasenta: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Pengobatan Sindrom HELLP

Tindakan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kejadian HELLP Syndrome adalah dengan melahirkan bayi lebih cepat (jika kandungan cukup usia). Hal ini dikarenakan Sindrom HELLP akan semakin berisiko jika dalam kondisi sedang hamil.

iDi samping itu, gejala HELLP Syndrome biasanya akan berkurang 2-3 hari pasca melahirkan. Setelah melahirkan, ada beberapa tindakan perawatan guna mengatasi gejala yang muncul pada ibu dan bayi. Beberapa terapi tersebut seperti:

  1. Obat kortikosteroid agar paru-paru bayi Anda berkembang lebih cepat,
  2. Obat penurun tekanan darah pada ibu hamil
  3. Magnesium Sulfat untuk mencegah kejang
  4. Transfusi darah
  5. Bedrest
  6. Tes biofisik, sonogram, tes non stres dan evaluasi gerakan janin guna memantau kondisi janin pasca melahirkan

Ibu yang memiliki leher rahim yang sehat dan usia kandungan sudah masuk minggu ke-34 akan dipercepat kelahiran secara normal. Akan tetapi, jika usia kandungan ibu kurang dari 34 minggu atau memiliki masalah serviks, maka akan dilakukan persalinan secara sesar guna meminimalisir komplikasi lainnya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Comments

Popular posts from this blog

Green Coffee untuk Diet, Benarkah Efektif?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Green coffee untuk diet? Ya, green coffee atau kopi hijau mungkin sudah tidak asing lagi bagi beberapa pelaku diet menurunkan berat badan. Mengkonsumsi green coffee dipercaya dapat menurunkan berat badan secara efektif tanpa perlu berolahraga maupun mengubah pola makan. Benarkah demikian? Lantas, apa itu green coffee atau kopi hijau? Seberapa efektif green coffee untuk diet? Green Coffee untuk Diet, Kok Bisa? Banyak dari Anda yang mungkin bingung mendengar nama kopi hijau. Memangnya ada kopi berwarna hijau? Sebenarnya, g reen coffee atau kopi hijau adalah biji kopi yang belum melalui proses pemanggangan (roasting), sehingga warnanya masih hijau alih-alih coklat kehitaman. Biji kopi yang masih ‘mentah’ atau disebut green coffee memiliki kadar asam klorogenik yang lebih tinggi daripada biji kopi yang sudah dipanggang. Hal ini tak lain karena proses pemanggangan tersebut secara otomatis m...

Analisis Sperma: Pengertian, Prosedur, Hasil

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Ketidaksuburan sering kali dikaitkan dengan wanita. Padahal dalam hal menghasilkan keturunan faktor dari pria atau kesuburan pria juga memengaruhi. Salah satu cara untuk memastikan kesuburan pria adalah dengan cara melakukan analisis sperma. Berikut adalah berbagai hal yang perlu diketahui tentang analisis sperma. Apa Itu Analisis Sperma? Analisis sperma adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan normal atau tidaknya sperma. Pemeriksaan analisis sperma umumnya dilakukan pada pria yang memiliki pasangan yang sulit untuk hamil dan merupakan bagian dari tes kesuburan. Selain itu, analisis sperma juga dapat dilakukan pada pria yang menjalani vasektomi untuk menentukan apakah operasi tersebut berhasil atau tidak. Pemeriksaan analisis sperma menggunakan sampel semen atau cairan mani. Sampel air mani akan dikumpulkan dalam sebuah wadah steril untuk kemudian diperiksa di laboratorium...

Sewang Lampah

Sewang Lampah ku Hj. Amalina Nurrohmah Dina jemplingna peuting, ngaherang neutup lalangit Kacipta tangtuna nu dipimelang nu lawas teu mirosea Imut manis ngagupay ngembang cipanon Hate nglembar, marengan geterna asih nu manteng Dina kumambangna rasa teu daya, teu wasa Nyidem gunem, boa, urang bakal pegat simpay cukang awi pameuntasan geus ngabentang pikeun liliwatan urang, nu bakal pisah di pengkolan Urang pada sewang lampah milih jalan Mulang deui ka sarakan banjar karang pamidangan Najan beurat kudu pisah bonganna geus ngarangrangan Batan leumpang rarampayakan, urang pilih jalan buntuUrang tutup lalangse hate, jeung tibatan urang cape Iyeu imut nu pamungkas mulas rasa keur mepende panasna poesugan bae bisa tingrim, najan asih teu sumanding Hampura kalangkang rasa, muga urang bisa tibra ngeusian jemplingna peuting,,,