Skip to main content

Buka Puasa, Ngemil Dulu atau Langsung Makan?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

makan-nasi-buka-puasa-doktersehat
Photo Source: Flickr/mixedmedia

DokterSehat.Com– Ada dua jenis orang yang bisa kita temui saat berbuka puasa, yakni yang memilih untuk minum dan mengonsumsi makanan ringan terlebih dahulu dan yang langsung mengonsumsi makanan berat. Sebenarnya, mana yang lebih baik saat berbuka, langsung makan nasi atau mengonsumsi camilan terlebih dahulu?

Dampak langsung makan nasi saat berbuka puasa

Banyak orang yang langsung memilih untuk makan karena berpikir jika perut mereka sudah sangat lapar setelah berjam-jam tidak mengonsumsi makanan atau minuman apapun. Bagi mereka yang sudah terbiasa, melakukannya tidak akan memberikan dampak kesehatan apapun, namun bagi sebagian orang, langsung makan berat saat berbuka bisa menyebabkan datangnya gangguan pencernaan seperti begah atau kembung.

Hal yang sama terjadi jika kita makan terlalu banyak saat buka puasa. Memang, kita melewatkan waktu sarapan dan makan siang, namun bukan berarti kita harus mengganti semua waktu makan tersebut karena kapasitas perut kita terbatas. Jika makan terlalu banyak, maka risiko untuk mengalami gangguan pencernaan akan meningkat drastis.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk minum air putih terlebih dahulu untuk menghilangkan dahaga. Setelahnya kita bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat sederhana yang ringan seperti kurma yang bisa mengembalikan energi tubuh. Hanya saja, jika kita ingin makan nasi, sebaiknya tidak mengonsumsinya dengan berlebihan demi menghindari lonjakan kadar gula darah yang biasanya akan dilanjutkan dengan penurunan kadar gula darah secara drastis yang justru akan membuat tubuh kembali lemas.

Selain itu, kita juga lebih disarankan untuk mulai makan nasi sekitar setengah jam setelah mulai berbuka puasa demi memberikan kesempatan perut untuk beradaptasi kembali mengolah makanan setelah seharian tidak mendapatkan asupan apapun.

Beberapa dampak buruk makan dengan berlebihan saat berbuka puasa

Pakar kesehatan menyebut cukup banyak orang yang langsung menerapkan ‘balas dendam’ saat buka puasa. Mereka langsung mengonsumsi makanan atau minuman dalam jumlah banyak. Meskipun terlihat sebagai hal yang wajar untuk dilakukan, pakar kesehatan menyebut hal ini bisa menyebabkan efek buruk bagi kesehatan.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa terjadi jika kita makan berlebihan saat berbuka puasa.

  1. Mengantuk

Banyaknya makanan yang masuk ke dalam tubuh akan membuat tubuh mengalokasikan sirkulasi darah lebih banyak ke saluran pencernaan demi mengolah makanan. Hal ini disebabkan oleh saluran pencernaan yang bekerja dengan jauh lebih keras mengingat sebelumnya tidak mengonsumsi apapun dalam waktu yang sangat lama.

Karena sirkulasi darah lebih difokuskan pada saluran pencernaan, organ-organ lain pun tidak akan mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi dengan cukup. Salah satunya adalah otak. Hal ini akan berimbas pada munculnya rasa kantuk. Padahal, jika sampai hal ini terjadi, kita bisa jadi akan malas melakukan ibadah salat tarawih nantinya.

  1. Kenaikan asam lambung

Makan terlalu banyak saat berbuka puasa juga akan menyebabkan kenaikan asam lambung atau di dalam dunia medis disebut sebagai gastritis. Tak hanya menyebabkan sensasi tidak nyaman dan perih di bagian ulu hati, terkadang beberapa orang bisa mengalami mual-mual atau muntah. Hal ini tentu tidak baik untuk kesehatan, bukan?

  1. Kenaikan berat badan

Seharusnya, bulan puasa bisa dijadikan kesempatan untuk menurunkan berat badan, namun karena kita makan terlalu banyak saat berbuka atau sahur, asupan kalori justru menjadi berlebihan dan akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan. Karena alasan inilah kita harus membatasi porsi makanan dan memastikan asupan nutrisi yang seimbang saat mengonsumsinya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Comments

Popular posts from this blog

Green Coffee untuk Diet, Benarkah Efektif?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Green coffee untuk diet? Ya, green coffee atau kopi hijau mungkin sudah tidak asing lagi bagi beberapa pelaku diet menurunkan berat badan. Mengkonsumsi green coffee dipercaya dapat menurunkan berat badan secara efektif tanpa perlu berolahraga maupun mengubah pola makan. Benarkah demikian? Lantas, apa itu green coffee atau kopi hijau? Seberapa efektif green coffee untuk diet? Green Coffee untuk Diet, Kok Bisa? Banyak dari Anda yang mungkin bingung mendengar nama kopi hijau. Memangnya ada kopi berwarna hijau? Sebenarnya, g reen coffee atau kopi hijau adalah biji kopi yang belum melalui proses pemanggangan (roasting), sehingga warnanya masih hijau alih-alih coklat kehitaman. Biji kopi yang masih ‘mentah’ atau disebut green coffee memiliki kadar asam klorogenik yang lebih tinggi daripada biji kopi yang sudah dipanggang. Hal ini tak lain karena proses pemanggangan tersebut secara otomatis m...

Analisis Sperma: Pengertian, Prosedur, Hasil

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Ketidaksuburan sering kali dikaitkan dengan wanita. Padahal dalam hal menghasilkan keturunan faktor dari pria atau kesuburan pria juga memengaruhi. Salah satu cara untuk memastikan kesuburan pria adalah dengan cara melakukan analisis sperma. Berikut adalah berbagai hal yang perlu diketahui tentang analisis sperma. Apa Itu Analisis Sperma? Analisis sperma adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan normal atau tidaknya sperma. Pemeriksaan analisis sperma umumnya dilakukan pada pria yang memiliki pasangan yang sulit untuk hamil dan merupakan bagian dari tes kesuburan. Selain itu, analisis sperma juga dapat dilakukan pada pria yang menjalani vasektomi untuk menentukan apakah operasi tersebut berhasil atau tidak. Pemeriksaan analisis sperma menggunakan sampel semen atau cairan mani. Sampel air mani akan dikumpulkan dalam sebuah wadah steril untuk kemudian diperiksa di laboratorium...

Astaxanthin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Antioksidan bisa ditemukan di dalam vitamin A (beta-karoten), vitamin C, dan vitamin E. Namun, tahukah Anda bahwa ada zat yang memiliki kekuatan antioksidan jauh lebih banyak dari zat-zat tersebut? Zat tersebut adalah Astaxanthin. Apa itu Astaxanthin? Apa saja manfaat Astaxanthin? Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat Astaxanthin termasuk informasi tentang bentuk sediaan Astaxanthin, kandungan Astaxanthin, harga Astaxanthin, manfaat Astaxanthin, indikasi Astaxanthin, kontraindikasi Astaxanthin, dosis Astaxanthin, dan efek samping Astaxanthin. Rangkuman Informasi Astaxanthin Nama Astaxanthin Golongan Obat Suplemen Bentuk Sediaan Oral (softgel dan sirup) dan topikal (krim kulit) Nama dagang Astaxanthin, Astatin, Asthin Force, Truxanthin, Renewskin, dan lainnya Harga Rp40.000-300.000 per dus (30 kapsul), Rp130.000 per botol, dan Rp180.000-250.000 per pot Manfaat Meningka...