Skip to main content

Anti Vaksin, Remaja Ini Justru Terkena Cacar Air

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

cacar-doktersehat
Photo Source: Flickr/marufish

DokterSehat.Com– Orang-orang yang menolak vaksin atau yang lebih dikenal sebagai golongan anti vaksin memang cenderung semakin gencar melakukan kampanyenya di seluruh dunia. Mereka menganggap vaksin sebagai hal yang tidak perlu dan justru menuduh vaksinasi sebagai penyebab datangnya masalah kesehatan. Tak hanya di Indonesia, di negara adidaya seperti Amerika Serikat kampanye anti vaksin juga cukup gencar dilakukan.

Menolak vaksin justru menyebabkan datangnya cacar air

Remaja berusia 18 tahun dari Kentucky, Amerika Serikat bernama Jerome Kunkel baru-baru ini mengajukan tuntutan pada Departemen Kesehatan karena ditolak tim basket sekolahnya hanya gara-gara tidak mau melakukan vaksin cacar air. Sebelumnya, pihak sekolah memutuskan untuk mengadakan vaksinasi dan meliburkan sekolah selama tiga minggu karena telah ada 32 siswa yang terkena penyakit ini.

Jerome menyebut vaksin sebagai tindakan yang tidak bermoral dan bahkan termasuk dalam dosa. Dia juga menyebut vaksin didapatkan dari sel-sel janin bekas aborsi. Selain Jerome, ada 24 anak lain yang juga memberikan dukungan pada tuntutan ini.

Jerome kemudian terkena sendiri dampaknya. Dia tertular penyakit cacar air. Hanya saja, menurut kuasa hukum Jerome, Christopher Wiest, Jerome berada dalam kondisi yang baik meskipun mengalami gatal-gatal. Bahkan, separuh dari klien Wiest juga ikut tertular penyakit ini.

Meski sudah tertular cacar air, Jerome tetap bersikukuh menolak vaksin dan menyebut hal ini wajar terjadi. Baginya, tubuh yang telah tertular cacar air bisa mengalami peningkatan kekebalan tubuh sehingga tidak memberikan masalah besar baginya.

Bahaya cacar air

Pakar kesehataan menyebut cacar air sebagai penyakit yang mudah menular dan bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Masalahnya adalah jika penyakit ini menyerang orang dewasa, dampaknya bisa jauh lebih fatal.

Pakar kesehatan dr. Ari Fahrial Syam dari FKUI-RSCM menyebut reaksi virus varicella zoster pemicu cacar air bisa lebih besar di orang dewasa. Hal ini bisa saja menyebabkan komplikasi yang berbahaya sepeti esefalitis atau peradangan otak. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa jadi hal ini bisa memicu kematian.

Selain itu, cacar air yang terjadi pada orang dewasa juga cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dibandingkan dengan yang terjadi pada anak-anak. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan orang dewasa yang tetap harus aktif dan memikirkan banyak hal sementara anak-anak cenderung bisa beristirahat total sehingga lebih cepat pulih.

Cacar air hanya akan menyerang sekali seumur hidup?

Dr. Ari menyebut orang yang sudah pernah kena cacar air masih memiliki risiko untuk terkena cacar di masa depan. Hanya saja, bentuk dari cacar ini bisa saja berbeda dengan virus pemicu yang berbeda. Sebagai contoh, jika kita sebelumnya terkena cacar yang disebabkan oleh virus varivella zoster, maka virus lain yang bisa saja menyerang adalah herpes zoster.

Demi mencegah datangnya cacar, dr. Ari pun menyarankan kita untuk mendapatkan vaksinasi. Bahkan, jika perlu, kita mendapatkan vaksin untuk kedua kali jika akan berkunjung ke wilayah yang dianggap rentan memicu masalah kesehatan ini.

Mereka yang sudah terpapar cacar juga biasanya diminta untuk tidak pergi ke luar rumah demi mencegah penularan ke orang lain. Sebagai contoh, anak yang terkena cacar sebaiknya tidak masuk sekolah dan di di rumah saja demi mencegah penularan sekaligus meningkatkan kembali sistem kekebalan tubuh agar lebih cepat sembuh.

Ibu hamil juga sebaiknya mendapatkan vaksin cacar demi mencegah datangnya penyakit ini di masa kehamilan karena bisa menyebabkan gangguan perkembangan janin di dalam kandungan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Comments

Popular posts from this blog

Green Coffee untuk Diet, Benarkah Efektif?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Green coffee untuk diet? Ya, green coffee atau kopi hijau mungkin sudah tidak asing lagi bagi beberapa pelaku diet menurunkan berat badan. Mengkonsumsi green coffee dipercaya dapat menurunkan berat badan secara efektif tanpa perlu berolahraga maupun mengubah pola makan. Benarkah demikian? Lantas, apa itu green coffee atau kopi hijau? Seberapa efektif green coffee untuk diet? Green Coffee untuk Diet, Kok Bisa? Banyak dari Anda yang mungkin bingung mendengar nama kopi hijau. Memangnya ada kopi berwarna hijau? Sebenarnya, g reen coffee atau kopi hijau adalah biji kopi yang belum melalui proses pemanggangan (roasting), sehingga warnanya masih hijau alih-alih coklat kehitaman. Biji kopi yang masih ‘mentah’ atau disebut green coffee memiliki kadar asam klorogenik yang lebih tinggi daripada biji kopi yang sudah dipanggang. Hal ini tak lain karena proses pemanggangan tersebut secara otomatis m...

Analisis Sperma: Pengertian, Prosedur, Hasil

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Ketidaksuburan sering kali dikaitkan dengan wanita. Padahal dalam hal menghasilkan keturunan faktor dari pria atau kesuburan pria juga memengaruhi. Salah satu cara untuk memastikan kesuburan pria adalah dengan cara melakukan analisis sperma. Berikut adalah berbagai hal yang perlu diketahui tentang analisis sperma. Apa Itu Analisis Sperma? Analisis sperma adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan normal atau tidaknya sperma. Pemeriksaan analisis sperma umumnya dilakukan pada pria yang memiliki pasangan yang sulit untuk hamil dan merupakan bagian dari tes kesuburan. Selain itu, analisis sperma juga dapat dilakukan pada pria yang menjalani vasektomi untuk menentukan apakah operasi tersebut berhasil atau tidak. Pemeriksaan analisis sperma menggunakan sampel semen atau cairan mani. Sampel air mani akan dikumpulkan dalam sebuah wadah steril untuk kemudian diperiksa di laboratorium...

Astaxanthin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Antioksidan bisa ditemukan di dalam vitamin A (beta-karoten), vitamin C, dan vitamin E. Namun, tahukah Anda bahwa ada zat yang memiliki kekuatan antioksidan jauh lebih banyak dari zat-zat tersebut? Zat tersebut adalah Astaxanthin. Apa itu Astaxanthin? Apa saja manfaat Astaxanthin? Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat Astaxanthin termasuk informasi tentang bentuk sediaan Astaxanthin, kandungan Astaxanthin, harga Astaxanthin, manfaat Astaxanthin, indikasi Astaxanthin, kontraindikasi Astaxanthin, dosis Astaxanthin, dan efek samping Astaxanthin. Rangkuman Informasi Astaxanthin Nama Astaxanthin Golongan Obat Suplemen Bentuk Sediaan Oral (softgel dan sirup) dan topikal (krim kulit) Nama dagang Astaxanthin, Astatin, Asthin Force, Truxanthin, Renewskin, dan lainnya Harga Rp40.000-300.000 per dus (30 kapsul), Rp130.000 per botol, dan Rp180.000-250.000 per pot Manfaat Meningka...