Skip to main content

7 Cara Mudah Mengontrol Gula Darah Saat Puasa

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

gula-darah-saat-puasa-doktersehat

DokterSehat.Com – Gula darah adalah hal yang harus diperhatikan oleh mereka yang mengalami diabetes atau memiliki riwayat penyakit ini dari keluarga. Saat puasa, mereka harus memperhatikan gula darah dengan baik agar tidak naik signifikan atau malah anjlok cukup banyak. Gula darah yang tidak stabil akan membuat tubuh jadi tidak nyaman dan puasa mengalami gangguan.

Kenaikan gula darah saat puasa

Saat melakukan puasa beberapa orang malah mengalami kenaikan gula darah di dalam tubuhnya. Kenaikan ini menyebabkan gangguan atau hanya sekadar membuat tubuh jadi tidak nyaman.

Kenaikan gula darah di dalam tubuh bisa naik karena kebiasaan kita makan sesuatu yang manis saat berbuka puasa. Biasanya kita makan kurma atau aneka es yang menyebabkan gula darah di dalam tubuh meningkat. Selain itu, karena menahan lapar seharian, kita jadi sering kalap makan.

Selain karena kebiasaan makan kita yang sangat buruk, ada beberapa hal lain yang menyebabkan kenaikan gula darah. Penyebab itu adalah tubuh kita sendiri. Saat puasa dan tidak mengonsumsi makanan, level insulin akan menurun. Dampaknya tubuh melepas gula yang disimpan di hati dan darah jadi dipenuhi glukosa.

Karena tubuh cenderung memiliki gula darah yang tinggi saat puasa, kita disarankan untuk bisa mengontrolnya. Kalau kita bisa mengontrol gula darah dengan baik, tubuh bisa lebih mudah mengendalikannya dan kondisi diabetes tidak muncul atau kambuh.

Cara mengontrol gula darah saat puasa

Puasa memiliki banyak manfaat untuk tubuh termasuk melakukan detoks dan menurunkan berat badan. Kalau Anda melakukan puasa dengan salah, kemungkinan besar akan membuat tubuh jadi tidak sehat. Lakukan beberapa cara di bawah ini untuk mengontrol gula darah.

  1. Melakukan latihan rutin

Saat sedang puasa kita sering sekali malas melakukan berbagai aktivitas berat termasuk olahraga. Kita menghindari olahraga karena dikhawatirkan bisa menyebabkan masalah pada tubuh seperti pingsan, terlalu lemas, hingga tidak kuat puasa sehari penuh.

Sebenarnya olahraga justru membantu seseorang untuk mengatasi masalah gula darah yang dimiliki. Saat berolahraga sensitivitas insulin akan naik. Selain itu tubuh juga membantu otot untuk menggunakan gula di dalam darah. Tetap lakukan olahraga setiap harinya meski intensitasnya rendah. Lakukan jelang berbuka puasa atau setelah tarawih.

  1. Memperhatikan asupan karbohidrat

Salah satu kesalahan kita saat puasa adalah menganggap karbohidrat hanyalah nasi dan sejenisnya. Sementara itu yang terlalu manis justru dibiarkan begitu saja. Makanan yang manis seperti es buah, es teh, dan sejenisnya bisa memicu gula darah di dalam tubuh naik.

Sebisa mungkin untuk menghindari makanan yang terlalu manis atau apa saja yang terbuat dari olahan beras. Anda masih boleh memakannya, tapi dalam jumlah yang sangat terbatas. Ganti makanan untuk takjil dengan buah atau sesuatu yang tidak terlalu berat.

  1. Meningkatkan konsumsi serat pangan

Serat pangan yang banyak terdapat pada buah dan sayuran memiliki cukup banyak manfaat saat puasa. Pertama, makanan ini bisa membuat kita kenyang lebih lama. Kalau tubuh kenyang lebih lama saat siang hari kita tidak mudah lapar. Selain itu saat berbuka puasa juga tidak membuat kita makan terlalu banyak.

Serat juga membuat penyerapan gula di dalam tubuh tidak berjalan cepat. Dampaknya, gula darah di dalam tubuh bisa lebih terkontrol dan tidak memicu kondisi diabetes.

  1. Selalu menjaga asupan air

Kalau tidak ingin mengalami kenaikan gula darah saat puasa, selalu penuhi asupan air setiap harinya. Saat puasa minum 2-3 gelas saat sahur, 3 saat berbuka, dan 2 gelas sebelum tidur. Dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh, Anda tidak akan mengalami dehidrasi yang akut dan memicu rasa lapar berjalan cukup kuat.

Kalau belum kuat minum sehari 8 gelas, biasakan sedikit demi sedikit. Hindari minum yang manis-manis dahulu. Penuhi kebutuhan air putih baru yang lain.

  1. Tidak makan dalam jumlah banyak secara langsung

Jangan makan dalam jumlah banyak dalam sekali waktu. Saat makan ada baiknya untuk membaginya dalam dua tahap. Pertama untuk membatalkan puasa dan mengembalikan energi yang dimiliki oleh tubuh.

Setelah berbagai aktivitas dilakukan, baru Anda bisa makan besar meski tetap harus dikontrol jumlahnya. Kalau tetap banyak yang dimakan tetap saja percuma.

  1. Menyeleksi makanan sesuai GI

Makanan yang kita konsumsi memiliki GI atau indeks glikemik yang berbeda-beda. Semakin tinggi angka pada indeks, semakin besar pula kenaikan gula darah di dalam tubuh akan terjadi. Jadi, ketahui berbagai jenis makanan dengan kadar GI rendah agar bisa dimakan.

Kadar GI yang tinggi biasanya berjenis nasi putih, gula, tepung-tepungan, atau buah yang terlalu manis.

  1. Selalu memperhatikan tidur

Saat puasa khususnya di bulan Ramadan, kita sering mengalami penurunan waktu tidur. Seharusnya kita tidur 7-9 jam sehari. Namun, karena harus banyak ibadah dan bangun di malam hari untuk sahur, waktu tidur akan terpangkas dan menyebabkan tubuh mengalami gangguan gula darah dan sensitif insulin jadi menurun.

Meski sedang menjalani puasa, pastikan untuk tetap tidur minimal 7 jam dalam sehari. Kalau Anda harus bangun sahur, segera beristirahat saat malam hari. Jangan begadang kalau tidak dibutuhkan. Anda juga bisa mencuri waktu istirahat siang untuk tidur sebentar dan membuat tubuh tidak terlalu lelah.

Dengan memperhatikan cara mengontrol gula darah di atas, Anda bisa dengan mudah mengontrolnya saat puasa. Dampaknya, Anda bisa menjalankan puasa dengan lebih nyaman dan tidak terlalu lemas atau malah mengalami gangguan tubuh lainnya. Semoga ulasan di atas bermanfaat.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Comments

Popular posts from this blog

Green Coffee untuk Diet, Benarkah Efektif?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Green coffee untuk diet? Ya, green coffee atau kopi hijau mungkin sudah tidak asing lagi bagi beberapa pelaku diet menurunkan berat badan. Mengkonsumsi green coffee dipercaya dapat menurunkan berat badan secara efektif tanpa perlu berolahraga maupun mengubah pola makan. Benarkah demikian? Lantas, apa itu green coffee atau kopi hijau? Seberapa efektif green coffee untuk diet? Green Coffee untuk Diet, Kok Bisa? Banyak dari Anda yang mungkin bingung mendengar nama kopi hijau. Memangnya ada kopi berwarna hijau? Sebenarnya, g reen coffee atau kopi hijau adalah biji kopi yang belum melalui proses pemanggangan (roasting), sehingga warnanya masih hijau alih-alih coklat kehitaman. Biji kopi yang masih ‘mentah’ atau disebut green coffee memiliki kadar asam klorogenik yang lebih tinggi daripada biji kopi yang sudah dipanggang. Hal ini tak lain karena proses pemanggangan tersebut secara otomatis m...

Analisis Sperma: Pengertian, Prosedur, Hasil

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Ketidaksuburan sering kali dikaitkan dengan wanita. Padahal dalam hal menghasilkan keturunan faktor dari pria atau kesuburan pria juga memengaruhi. Salah satu cara untuk memastikan kesuburan pria adalah dengan cara melakukan analisis sperma. Berikut adalah berbagai hal yang perlu diketahui tentang analisis sperma. Apa Itu Analisis Sperma? Analisis sperma adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan normal atau tidaknya sperma. Pemeriksaan analisis sperma umumnya dilakukan pada pria yang memiliki pasangan yang sulit untuk hamil dan merupakan bagian dari tes kesuburan. Selain itu, analisis sperma juga dapat dilakukan pada pria yang menjalani vasektomi untuk menentukan apakah operasi tersebut berhasil atau tidak. Pemeriksaan analisis sperma menggunakan sampel semen atau cairan mani. Sampel air mani akan dikumpulkan dalam sebuah wadah steril untuk kemudian diperiksa di laboratorium...

Astaxanthin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Antioksidan bisa ditemukan di dalam vitamin A (beta-karoten), vitamin C, dan vitamin E. Namun, tahukah Anda bahwa ada zat yang memiliki kekuatan antioksidan jauh lebih banyak dari zat-zat tersebut? Zat tersebut adalah Astaxanthin. Apa itu Astaxanthin? Apa saja manfaat Astaxanthin? Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat Astaxanthin termasuk informasi tentang bentuk sediaan Astaxanthin, kandungan Astaxanthin, harga Astaxanthin, manfaat Astaxanthin, indikasi Astaxanthin, kontraindikasi Astaxanthin, dosis Astaxanthin, dan efek samping Astaxanthin. Rangkuman Informasi Astaxanthin Nama Astaxanthin Golongan Obat Suplemen Bentuk Sediaan Oral (softgel dan sirup) dan topikal (krim kulit) Nama dagang Astaxanthin, Astatin, Asthin Force, Truxanthin, Renewskin, dan lainnya Harga Rp40.000-300.000 per dus (30 kapsul), Rp130.000 per botol, dan Rp180.000-250.000 per pot Manfaat Meningka...