Skip to main content

7 Cara Mengatasi Sembelit Saat Puasa

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

sakit-perut-sembelit-diare-asam-lambung-doktersehat

DokterSehat.Com– Salah satu masalah kesehatan yang cukup sering menyerang banyak orang adalah sembelit atau susah buang air besar. Meskipun terlihat sebagai masalah kesehatan yang ringan, dalam realitanya sembelit bisa membuat perut tidak nyaman. Masalahnya adalah kita juga bisa mengalaminya saat menjalankan ibadah puasa.

Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi sembelit

Selain karena tubuh yang beradaptasi dengan pola makan yang baru, pakar kesehatan menyebut kebiasaan makan dengan nutrisi yang tidak seimbang dan kurang serat menjadi penyebab utama datangnya sembelit di bulan puasa.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi sembelit di bulan puasa.

  1. Mengatur asupan air putih

Kita tentu sering melihat tips mengonsumsi air putih di bulan puasa demi mencegah datangnya dehidrasi, bukan? Pakar kesehatan menyebut air putih memang bisa memberikan dampak besar bagi kondisi tubuh, termasuk kelancaran pencernaan.

Kita disarankan untuk minum air putih dengan pola 2-4-2, yakni 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas di antara waktu setelah salat tarawih dan tidur malam, dan 2 gelas saat sahur. Dengan mencukupi kebutuhan minum ini, maka kita pun tidak akan mudah terkena sembelit.

  1. Jangan sembarangan makan gorengan

Salah satu makanan yang paling sering dikonsumsi saat puasa adalah gorengan. Makanan ini sangat nikmat untuk dijadikan lauk atau makanan berbuka. Masalahnya adalah gorengan tinggi kandungan lemak dan rendah serat. Terlalu banyak mengonsumsinya justru akan membuat pencernaan semakin melambat dan akhirnya memicu datangnya masalah sembelit.

  1. Perbanyak asupan serat

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk memperbanyak asupan serat seperti dari sayuran, buah-buahan, produk gandum, biji-bijian, atau makanan khas bulan puasa, kurma. Dengan mencukupi kebutuhan serat, maka pencernaan akan menjadi semakin lancar dan kita pun tidak akan mudah mengalaim sembelit.

  1. Mengonsumsi probiotik

Selain makanan berserat, kita juga disarankan untuk mengonsumsi minuman probiotik seperti yoghurt. Minuman ini bisa mengembalikan keseimbangan bakteri di dalam usus yang akhirnya berperan dalam meningkatnya fungsi pencernaan. Selain bisa mengatasi sembelit, pakar kesehatan menyebut keberadaan bakteri baik di dalam usus juga akan membuat sistem kekebalan tubuh meningkat dan akhirnya membuat kita tidak mudah jatuh sakit di bulan puasa.

  1. Jangan sembarangan minum kopi

Bagi sebagian orang, kopi bisa merangsang keinginan untuk buang air besar, namun bagi sebagian orang lainnya, kopi justru bisa menyebabkan datangnya sembelit. Hal ini disebabkan oleh sifat diuretik dari kafein, kandungan di dalam kopi dan teh, yang bisa membuat frekuensi buang air kecil meningkat sehingga menguras cairan tubuh. Hal ini bisa berimbas buruk pada pencernaan dan membuat kita lebih rentan mengalami sembelit dan haus saat berpuasa.

  1. Kurang gerak

Banyak orang yang kurang bergerak di bulan puasa. Seharian kita hanya tiduran atau tidak melakukan aktivitas berat demi menghemat energi mengingat kita tidak makan atau minum seharian. Masalahnya adalah kurang gerak bisa memicu penurunan metabolisme tubuh. Hal ini akan meningkatkan risiko terkena sembelit dengan signifikan.

Lakukan aktivitas seperti biasa meskipun memang sebaiknya kita menghindari aktivitas yang terlalu berat. Selain itu, sempatkan berolahraga di malam hari atau di sore hari menjelang waktu berbuka demi menjaga kondisi tubuh.

  1. Memilih menu buka puasa yang tepat

Jangan mudah tergoda makanan berlemak atau minuman tinggi gula saat berbuka puasa. Meskipun bisa memberikan kepuasan tersendiri saat mengonsumsinya, bisa jadi kita akan mengalami gangguan pencernaan. Pakar kesehatan lebih menyarankan kita untuk mengonsumsi makanan tinggi serat seperti kurma dan agar-agar saat berbuka sekaligus memperbanyak asupan air putih.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Comments

Popular posts from this blog

Green Coffee untuk Diet, Benarkah Efektif?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Green coffee untuk diet? Ya, green coffee atau kopi hijau mungkin sudah tidak asing lagi bagi beberapa pelaku diet menurunkan berat badan. Mengkonsumsi green coffee dipercaya dapat menurunkan berat badan secara efektif tanpa perlu berolahraga maupun mengubah pola makan. Benarkah demikian? Lantas, apa itu green coffee atau kopi hijau? Seberapa efektif green coffee untuk diet? Green Coffee untuk Diet, Kok Bisa? Banyak dari Anda yang mungkin bingung mendengar nama kopi hijau. Memangnya ada kopi berwarna hijau? Sebenarnya, g reen coffee atau kopi hijau adalah biji kopi yang belum melalui proses pemanggangan (roasting), sehingga warnanya masih hijau alih-alih coklat kehitaman. Biji kopi yang masih ‘mentah’ atau disebut green coffee memiliki kadar asam klorogenik yang lebih tinggi daripada biji kopi yang sudah dipanggang. Hal ini tak lain karena proses pemanggangan tersebut secara otomatis m...

Analisis Sperma: Pengertian, Prosedur, Hasil

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Ketidaksuburan sering kali dikaitkan dengan wanita. Padahal dalam hal menghasilkan keturunan faktor dari pria atau kesuburan pria juga memengaruhi. Salah satu cara untuk memastikan kesuburan pria adalah dengan cara melakukan analisis sperma. Berikut adalah berbagai hal yang perlu diketahui tentang analisis sperma. Apa Itu Analisis Sperma? Analisis sperma adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan normal atau tidaknya sperma. Pemeriksaan analisis sperma umumnya dilakukan pada pria yang memiliki pasangan yang sulit untuk hamil dan merupakan bagian dari tes kesuburan. Selain itu, analisis sperma juga dapat dilakukan pada pria yang menjalani vasektomi untuk menentukan apakah operasi tersebut berhasil atau tidak. Pemeriksaan analisis sperma menggunakan sampel semen atau cairan mani. Sampel air mani akan dikumpulkan dalam sebuah wadah steril untuk kemudian diperiksa di laboratorium...

Astaxanthin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Antioksidan bisa ditemukan di dalam vitamin A (beta-karoten), vitamin C, dan vitamin E. Namun, tahukah Anda bahwa ada zat yang memiliki kekuatan antioksidan jauh lebih banyak dari zat-zat tersebut? Zat tersebut adalah Astaxanthin. Apa itu Astaxanthin? Apa saja manfaat Astaxanthin? Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat Astaxanthin termasuk informasi tentang bentuk sediaan Astaxanthin, kandungan Astaxanthin, harga Astaxanthin, manfaat Astaxanthin, indikasi Astaxanthin, kontraindikasi Astaxanthin, dosis Astaxanthin, dan efek samping Astaxanthin. Rangkuman Informasi Astaxanthin Nama Astaxanthin Golongan Obat Suplemen Bentuk Sediaan Oral (softgel dan sirup) dan topikal (krim kulit) Nama dagang Astaxanthin, Astatin, Asthin Force, Truxanthin, Renewskin, dan lainnya Harga Rp40.000-300.000 per dus (30 kapsul), Rp130.000 per botol, dan Rp180.000-250.000 per pot Manfaat Meningka...